Tipe Bentuk,Struktur,Skema Organisasi
KELOMPOK 2
2KA14
DENI DWI PRAYOGA 12114688
ACHMAD HERMANSYAH 10114121
FAIZ SADAD 13114832
M WIRA PRIYANGGA 16114263
SRI ARYO TUTUKO 1A114422
YUDHISTIRA WIDINUGRAHA 1C114507
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum wr. wb.
Puji syukur kami panjatkan kepada ALLAH SWT karena berkah dan rahmat-Nya
kami dapat menyelesaikan tugas makalah matakuliah kewirausahaan ini dengan
topik Organisasi. Makalah ini dilakukan sehubungan dengan tugas yang diberikan
dosen kami untuk memenuhi nilai matakuliah softskill.
Dengan diselesaiknya tugas makalah ini,kami harapkan dapat memenuhi
syarat penilaian tugas kewirausahaan dan berguna untuk para pembacanya.
Untuk dosen pengajar dan teman-teman 2KA4 kami ucapkan banyak
terimakasih atas segala dukungan dan pengorbanan yang telah diberikan.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh
karena itu, mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi
perbaikan pembuatan makalah di kemudian hari. Semoga makalah ini dapat memberi
manfaat bagi para pembaca. Amin
Wassalamualaikum wr.wb
PENDAHULUAN
Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai
tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan
sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam
memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan),
sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan
efektif untuk mencapai tujuan organisasi. atau dapat disebut sebagai bentuk
formal dari sekelompok manusia dengan tujuan individualnya masing-masing yang
bekerjasama dalam suatu proses tertentu untuk mencapai tujuan bersama. Agar
tujuan organisasi dan tujuan individu dapat tercapai secara selaras dan
harmonis maka diperlukan kerjasama dan usaha yang sungguh-sungguh dari kedua
belah pihak (pengurus anggota organisasi) untuk bersama-sama berusaha saling
memenuhi kewajiban masing-masing secara bertanggung jawab, sehingga pada saat
masing-masing mendapatkan haknya dapat memenuhi rasa keadilan baik bagi anggota
organisasi/pegawai maupun bagi pengurus organisasi/pejabat yang berwenang.
PEMBAHASAN
1.)Tipe Organisasi
Secara garis besar organisasi dapat dibedakan
menjadi dua macam, yaitu organisasi formal dan organisasi informal. Pembagian
tersebut tergantung pada tingkat atau derajat mereka terstruktur. Namur dalam
kenyataannya tidak ada sebuah organisasi formal maupun informal yang sempurna.
Organisasi Formal
Organisasi formal memiliki suatu struktur
yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya,
kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya. Struktur yang ada juga
menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran melalui apa komunikasi
berlangsung. Kemudian menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing
anggotanya. Hierarki sasaran organisasi formal dinyatakan secara eksplisit.
Status, prestise, imbalan, pangkat dan jabatan, serta prasarat lainya
terurutkan dengan baik dan terkendali. Selain itu organisasi formal tahan lama
dan mereka terencana dan mengingat bahwa ditekankan mereka beraturan, maka
mereka relatif bersifat tidak fleksibel. Contoh organisasi formal ádalah
perusahaan besar, badan-badan pemerintah, dan universitas-universitas (J
Winardi, 2003:9).
Organisasi Informal
Keanggotaan pada organisasi-organisasi
informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali
sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi
tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang
bersangkutan tidak terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan
tidak resmi seperti makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan
menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang
dilakukan terstruktur dan terumuskan. Selain itu, organisasi juga dibedakan
menjadi organisasi primer dan organisasi sekunder menurut Hicks:
Organisasi Primer, organisasi semacam ini
menuntut keterlibatan secara lengkap, pribadi dan emosional anggotanya. Mereka
berlandaskan ekspektasi rimbal balik dan bukan pada kewajiban yang dirumuskan
dengan eksak. Contoh dari organisasi semacam ini adalah keluarga-keluarga
tertentu.
Organisasi Sekunder, organisasi sekunder
memuat hubungan yang bersifat intelektual, rasional, dan kontraktual.
Organisasi seperti ini tidak bertujuan memberikan kepuasan batiniyah, tapi
mereka memiliki anggota karena dapat menyediakan alat-alat berupa gaji ataupun
imbalan kepada anggotanya. Sebagai contoh organisasi ini adalah kontrak
kerjasama antara majikan dengan calon karyawannya dimana harus saling setuju
mengenai seberapa besar pembayaran gajinya.
2.)Bentuk Organisasi
Bentuk organisasi ada 4 macam yaitu :
1.
Bentuk organisasi garis atau line
Bentuk / struktur organisasi yang paling tua
dan paling sederhana diciptakan oleh Henry Fayol.
Ciri-ciri tipe organisasi garis ini adalah
– Organisasi masih kecil
– Jumlah karyawan sedikit
-Spesialisasi kerja masih kecil
Keuntungannya adalah :
-Mudah dimengerti dan dilaksanakan
-Ada bagian kekuasaan dan tanggung jawab yang
jelas
-Merupakan jenis organisasi yang stabil
-Proses pengambilan keputusan berjalan dengan
cepat
-Solidaritas karyawan yang tinggi karenan
saling mengenal
Kerugiannya adalah :
-Seluruh orang terlalu bergantung pada satu
orang
-Bersifat otokratis dan dapat menjadi
diktatoris
-Kesempatan karyawan untuk berkembang sangat
terbatas
-Sulit dilaksanakan dalam suatu organisasi
yang besar
2.
Bentuk organisasi Fungsional
Bentuk
ini diciptakan oleh F.W.Taylor . Dalam tipe ini ada pimpinan yang
mempunyai bawahan yang jelas sebab setiap atasan berwenang memberi komando
kepada setiap bawahan sepanjang ada hubungannya dengan fungsi atasan tersebut.
Keuntungan Tipe ini adalah :
– Dapat diperolejh manfaat yang
sebesar-besarnya dari para ahli
– Ada koordinasi yang baik
-Memudahkan dalam pengawasan
Kerugian tipe ini adalah :
-Banyak mengeluarkan biaya tambahan
– Kekembaran kekuasaan dapat menimbulkan
perselisihan / konflik
-Pandangan para pekerja yang merasa terlalu
banyak atasan.
3.
Bentuk organisasi Garis dan Staf
Bentuk ini merupakan gabungan dari tipe garis
dan fungsional, sehingga menyebar struktur orgasnisasi tersebut.
4.
Bentuk Organisasi Fungsional dan Staf
Bentuk ini adalah perpaduan antara tipe
orrganisasi garis, fungsional dan staf.
3.)Struktur / skema organisasi
Struktur / Skema Organisasi adalah susunan
dan hubungan-hubungan antar komponen bagian-bagian dan posisi-posisi dalam
suatu organisasi, komponen-komponen dalam tiap organisasi memiliki
ketergantungan. Sehingga jika suatu komponen baik. Maka akan berpengaruh pada
komponen lainnya dan organisasi tersebut.
Menurut Keith Davis ada 6 bagan bentuk
struktur organisasi yaitu :
1.
Bentuk Vertikal
Dalam bentuk ini, sistem organisasi pimpinan
sampai organisasi atau pejabat yang lebih rendah digariskan dari atas ke bawah
secara vertikal.
2. Bentuk Mendatar / Horizontal
Dalam bentuk ini, saluran wewenangnya dari
pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah
disusun atau digariskan dari kiri kea rah kanan atau sebaliknya.
3.
Bentuk Lingkaran
Dalam bentuk lingkaran, saluran wewenangnya
dari pucuk pimpinana sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah
disusun dari pusat lingkaran ke aarah bidang lingkaran.
4.
Bentuk Setengah Lingkaran
Dalam bentuk ini, saluran wewenang dari pucuk
pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun
dari pusat lingkaran kearah bidang bawah lingkaran atau sebaliknya
5.
Bentuk Elliptical
Dalam bentuk ini, saluran wewenangnya dari
pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah
digambarkan dengan pusat Elips kearah bidang elips
6.
Bentuk Piramid terbalik
Dalam bentuk ini, saluran wewenang dari pucuk
pimpinan sampai dengan organisasi atau pejabat terendah digambarkan dalam
susunan berbentuk piramid terbalik.
Skema Organisasi Fungsional
Menjelaskan tentang letak dari fungsi-fungsi
tugas dalam hubungannya dengan fungsi-fungsi yang lain dan saling berkaitan
antara satu dengan yang lain.
Skema Organisasi Jabatan
Menjelaskan tentang garis wewenang yang harus
dianut sesuai dengan jabatan masing-masing, tetang cara bekerja, apa yang harus
ia lakukan dan pencapaian yang ia dapatkan.
Skema Organisasi Nama
Menjelaskan tentang garis wewenang yang harus
dianut sesuai dengan nama-nama para pejabat yang bersangkutan, yang mengejarkan
pekerjaan sesuai dengan bidangnya
Skema Organisasi Nama dan Jabatan
Menggabungkan antara masing-masing jabatan
dengan masing-masing nama para pejabat dalam suatu organisasi.
Skema Organisasi Struktur
Menjelaskan tingkatan jenjang antara
unit-unit dalam organisasi tersebut, dan juga fungsi-fungsi antara
bagian-bagian itu satu sama lain yang saling berhubungan dan juga saling
membantu.
DAFTAR PUSTAKA
Dasar-dasar ilmu organisasi / oleh Ig.
Wursanto, 2003