Senin, 07 Mei 2018

Bahasa Inggris Bisnis 2

Absence Number : 25
Section : 21-30

1. Exercise 21, Number 12
Question :
We could go for drive if today … (be) Saturday
Answer :
We could go for drive if today were Saturday
Reason :
It’s about Conditional Sentence
The main clause using simple past tense. If clause should be followed by verb in simple past tense is “were” because it’s unreal condition

2. Exercise 22, Number 10
Question :
She finally got used to ….. our food
Answer :
She finally got used to eating our food
Reason :
It’s about Used To
After the word “used to” should be followed by gerund is eating because there is the word “got” in this sentence


3. Exercise 23, Number 1
Question :
We would rather…. ( stay) home tonight
Answer :
We would rather stay home tonight
Reason :
It’s about Would Rather
Adverb of time is “toningt” indicate that it should be followed by verb in simple form after the word “would rather” is “stay …” because it’s present

4. Exercise 24, Number 9
Question :
John isn’t here yet. He ….. (forget) about our meeting
Answer :
John isn’t here yet. He should have forgetten about our meeting
Reason :
It’s about Must/Should + Perfective
After the subject is “he” should be followed by “should gave forgetten” because after it indicates an obligation that was supposed to occur in the past, but for some reason it did not occur

5. Exercise 25, Number 2
Question :
George (would go/would have gone) on a trip to Chicago if he had had time
Answer :
George would have gone on a trip to Chicago if he had had time
Reason :
It’s about Modals + Perfective
The If clause followed by past perfect is “had had…” and the main clause should be followed the verb by “would have gone” not “would go” because it’s unreal condition

6. Exercise 26, Number 2
Question :
That is an(intensely/ intense) novel
Answer :
That is an intense novel
Reason :
It’s about Adjectives and Adverbs
The article is “an” and the noun is “novel” indicate that it should be followed by “intense” not “intensely” because the word “intense” is adjective

7. Exercise 27, Number 5
Question :
They became (sickly/sick) after eating the contaminated food
Answer :
They became sick after eating the contaminated food
Reason :
It’s about Linking (Copulative) Verbs
After the word “became” should be followed by the word “sick” not “sickly” because the word “became” can be followed by adjective

8. Exercise 28, number 1
Question :
John and his friend left … (soon) as the professor gad finished has lecture
Answer :
John and his friend left as soon as the professor gad finished has lecture
Reason :
It’s about Comparisons
Before adjective is “soon” followed by “as” because it indicate about equal comparison

9. Exercise 29, Number 5
Question :
No animal is so big … Kingkong
Answer :
No animal is so big as Kingkong
Reason :
It’s about Comparisons
The word “so” indicate if it’s equal comparison. It should be followed by the word “as” after adjective

10. Exercise 30, Number 9
Question :
Jane is the (less/ least) athletic of all the women
Answer :
Jane is the least athletic of all the women
Reason :
It’s about Comparisons
The subject “Jane” is compared by all the women that indicate if it’s about superlative. It should be after the article “the” followed by “least” not “less”

Senin, 20 Maret 2017

PENG. ANIMASI & DESAIN GRAFIS : TUTORIAL ANIMASI 2D DENGAN FLASH

1.Buka Macromedia flash player
2. Pilih Flash Document
3.Pilih File > Import > Import to Stage (CTRL - R) Untuk import gambar , biasanya cara ini digunakan untuk Background
4.pilih File > Import > Import to Library . unutk mengimport gambar dan diletakkan di Library
5. Dan inilah Tampilan Library disebelah kanan layer
6,lalu Drag Photo yang sudah kita import ke Library ke Layer
7.setelah itu, kita klik kanan disemua photo yang telah kita pilih, dan pilih convert to symbol
8.Lalu pilih MOVIE CLIP
9.klik kanan dua kali untuk mengatur panjang timeline dan menambahkan objek ke animasi
10.Tarik garis merah yg ada di Timeline sampai ke angka 60. lalu klik kanan di angka 1 dan pilih Create Motion Tween
11.Untuk mengatur Pergerakan objek di layer, kita geser ke angka yg diinginkan,lalu klik kanan dan pilih insert keyframe
12.Geser ke paling akhir timeline dan tentukan posisi terakhir objek yang di inginkan
13.Pilih GAMBAR "A" di tools unutk memasukan teks, dan untuk mengatur teks nya bisa di drag ke arah yang diinginkan
14.Dan inilah Hasilnya dari pembuatan teks
15.Untuk membuat gambar bisa berhenti setelah animasinya selesai. gunakan script "stop" dengan cara, klik kanan di timeline lalu pilih action
16.Lalu pilih stop , setelah sudah dipilih, klik segitiga diatas temapt memasukan script
17.Setelah sudah. tekan CTRL - ENTER untuk menjalankan animasinya
Nama:Saddam Sanani NPM:19114913 Kelas:3ka14 Nama:Wira Priyangga NPM:16114263 Kelas:3KA14

Minggu, 12 Maret 2017

Analisis Jaringan Komputer

pada postingan blog kali ini, saya akan menjelaskan tentang analisa jaringan komputer dan metode-metode yang kita butuhkan jika ingin mengetahui seberapa stabilkah jaringan kita dalam mencapai sebuah jaringan. langkah-langkah yang akan kita lakukan diantaranya adalah cek speedtest, cek ip host tujuan, cek traffic, cek respon time. yang pertama kita lakukan adalah memeriksa seberapa cepat koneksi kita ke server terdekat yaitu dengan mengunjungi situs speedtest.net lalu klik begin test dan hasilnya sebagai berikut:
setelah kita mengecek seberapa cepat koneksi yang kita miliki, dalam kasus ini koneksi internet saya adalah 10mbps yang berarti cukup cepat dalam meload data pada sebuah website dan ping 6ms yang berarti jaringan yang cukup stabil menuju ke server terdekat. setelah itu kita akan mencoba untuk mengkoneksikan jaringan internet yang ada ke salah satu website kali ini saya akan mencoba koneksikan ke baak.gunadarma.ac.id menggunakan cmd pada windows dengan cara mengetikkan nslookup nama_domain seperti gambar berikut:

kemudian kita cek traffic pada website tersebut dengan menggunakan similarweb.com web ini untuk menunjukkan berapa banyak orang yang mengunjungi suatu situs



dari situs ini bisa kita lihat bahwa jumlah pengunjung pada situs baak.gunadarma.ac.id mencapai hampir 90ribu pengunjung dengan rata-rata durasi pengunjungan situs 3 menit. kemudian setelah mengecek traffic dari website tersebut, barulah kita akan mencoba untuk mengirim data ke website baak apakah mendapat balasan dari host baak gunadarma dengan cara mengetik ping nama_domain pada cmd windows:



dari sini dapat kita simpulkan bahwa repon time ke website library gunadarma rata-ratanya 22ms188mlisecon yang berarti cukup stabil reply dari host baak gunadarma.

Senin, 21 November 2016

knowledge base part 3:Sistem konsultasi

Konsultasi adalah proses pertukaran pikiran untuk mendapatkan kesimpulan (nasihat, saran, dan sebagainya) yang sebaik-baiknya (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2011). Konsultasi dapat dilakukan secara langsung dan dapat juga dilakukan dengan menggunakan media. Pemanfaatan media komputer atau sejenisnya lebih dikenal dengan e-konsultasi. E-Konsultasi saat ini berkembang dari mulai konsultasi dengan menggunakan komputer stand alone sampai konsultasi yang menggunakan internet (sistem online).

Sistem konsultasi adalah sebuah sistem berbasis komputer yang digunakan untuk melakukan konsultasi. Sistem konsultasi yang menggunakan basis aturan didalamnya tergolong ke dalam sistem pakar (expert system). Namun, sistem konsultasi yang dibangun dalam penelitian ini memiliki kekhasan dimana pengguna dapat pula berkomunikasi langsung dengan pakar melalui forum diskusi, chatting dan SMS. Sehingga sistem konsultasi yang dibangun menggabungkan dua sumber pengetahuan yang dapat diakses secara langsung yaitu pengetahuan dariknowledge based (explicit) dan pengetahuan dari pakar langsung (tacit).

knowledge base part 2 : Membahas tentang sistem pakar

Apa itu expert system
Pengertian expert system
Secara umum, Expert System (ES) adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan para ahli. Expert System tidak untuk menggantikan kedudukan seorang pakar tetapi untuk memasyaratkan pengetahuan dan pengalaman pakar tersebut.
Expert System atau Sistem Pakar juga dapat diartikan sebagai program komputer yang mencoba untuk mewakili pengetahuan dari pakar manusia dalam bentuk heuristic. Istilah heuristic diturunkan dari akar Yunani yang sama dengan kata eureka yang berarti “menemukan”. Maka dari itu, heuristic merupakan suaturule of thumb atau suatu aturan dugaan yang baik.
Kelebihan dan Kekurangan Expert System (ES)
Kelebihan Expert System
 Expert System (ES) memiliki bebrapa kelebihan antara lain sebagai berikut
1.               Memungkinkan orang awam bisa mengerjakan pekerjaan para ahli
2.               bisa melakukan proses secara berulang secara otomatis
3.               menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar
4.               meningkatkan output dan produktivitas
5.               meningkatkan kualitas
6.               mampu mengambil dan melestarikankeahlian para pakar
7.               mampu beroperasi dalam lingkungan berbahaya
8.               memiliki kemampuan untuk mengakses pengetahuan
9.               memiliki realibilitas
10.            meningkatkan kapabilitas sistem computer
11.           memiliki kemampuan untuk bekerja dengan informasi yang tidak lengkap dan mengandung
  ketidakpastian
12.            sebagai media pelengkap dalam pelatihan
13.            meningkatkan kapabilitas dalam penyelesaian masalah
14.            menghemat waktu dalam pengambilan keputusan
Kekurangan Expert System (ES)
Selain memiliki kelebihan, Expert System juga memiliki beberapa kekurangan antara lain:
1.             biaya yang diperlukan untuk membuat dan memeliharanya sangat mahal
2.            Sulit dikembangkan
 Hal ini erat kaitannya dengan ketersediaan pakar dalam bidangnya
3.            sistem pakar tidak 100% bernilai benar.
4.            Sistem pakar tidak dapat menangani pengetahuan yang tidak konsisten.
Ini merupakan kerugian nyata karena dalam dunia bisnis hanya sedikit yang tetap sepanjang waktu karena berubah-ubahnya manusia.
5.            Sistem pakar tidak dapat menerapkan panilaian dan intuisi yang merupakan unsur   penting saat   memecahkan masalah semi terstruktur atau tidak terstruktur.
Konsep Dasar Expert System (ES)
Menurut Efraim Turban, sistem pakar harus mengandung elemen-elemen sebagai berikut:
1.               Pengalaman
2.               Orang ahli (pakar)
3.               Transfer pengalaman
4.               Pembuatan alasan
5.               Pembuatan simbol
6.               Aturan
7.               Kemampuan untuk menjelaskan
Referensi : http://expertsystemchyntia.blogspot.co.id/
Maka expert sistem itu adalah

Dimana konsep system pakar didasarkan pada asumsi bahwa pengetahuan pakar dapat ditangkap dalam penyimpangan computer dan kemudian diterapkan oleh orang lain saat dibutuhkan. Sebagai suatu system pendudkung keputusan system pakar menawarkan kemampuan yang unik

Knowledge Base part 1

Knowledge based system (KBS) atau sistem berbasis pengetahuan merupakan bagian dari Kecerdasan buatan / Artificial Intelligence (AI). KBS memiliki kemampuan untuk melakukan komputasi, penyimpanan, proses berfikir, dan penyimpanan pengetahuan (Sajja & Akerkar, 2010). KBS dapat diimplementasikan untuk membantu pakar (expert) menjawab pertanyaan – pertanyaan tanpa menghabiskan waktu, dapat dilakukan dimanapun, dan kapanpun. Hal ini karena pengetehuan yang mereka miliki disimpan terlebih dahulu ke dalam Knowledge Based(Basis Pengetahuan).
KBS sendiri terdiri dari Knowledge Based (KB) dan mesin inferensi yang berfungsi sebagai mesin pencari pengetahuan. KB sendiri dapat berupa repository pengetahuan dengan berbagai bentuk. KBS dapat berupa sistem yang pengetahuannya diupdate secara otomatis (machine learning) atau diupdate secara manual (manual update). User interface berguna sebagai penghubung antara sistem dan pengguna. Gambar 4. menunjukkan arsitektur dasar dariKnowledge Based System.
Kelebihan dari KBS memiliki kelebihan dibandingkan dengan sistem komputer sederhana. KBS sangat bermanfaat pada situasi sebagai berikut :
1.    Saat tidak ada pakar yang tersedia di suatu lokasi.
2.    Ketika pengetahuan akan disimpan untuk kepentingan dimasa yang akan datang atau ketika pengetahuan akan dibagikan atau digandakan.
3.    Ketika sistem penunjang keputusan cerdas dibutuhkan dalam pengambilan keputusan suatu permasalahan yang rumit dan kompleks.
KBS sendiri dapat diklasifikasikan ke dalam 5 tipe yaitu sistem pakar (expert system),hypertext manipulation system, CASE Based reasoning, Database in conjunction with an intelligent User Interface, dan Intelligent Tutoring System (ITS).
1      Sistem Pakar

2.     Sistem Konsultasi

Jumat, 18 November 2016

Pembuktian Hukum Hukum Metode Inferensi

1. Hukum Modus tolens

Modus Tollens adalah salah satu cara pengambilan kesimpulan (argumentasi) yang dibenarkan secara kaidah logika. Cara ini bekerja berdasarkan Premis berbentuk jika p maka q. Dengan mengambil kesimpulan jika tidak q maka tidak p. Modus Tollens juga disebut aturan kontrapositif.
Kalau dituliskan dalam rumus, maka jika kita memiliki 2 premis, yaitu:
Premis 1 : Jika p maka q
Premis 2 : Tidak q
Kesimpulan : Tidak p (modus tollens)
pàq
~q                               
\ ~p
P
Q
-p
-q
p->q
(p->q)^-q
((p->q)^-q)->-p
1
1
0
0
1
0
1
1
0
0
1
0
0
1
0
1
1
0
1
0
1
0
0
1
1
1
1
1

Karena di table kebenaran konklusinya bernilai True maka hokum modus tolens adalah tautologi
2. Hukum detasemen
pàq
p         
\q
T = TRUE
F = FALSE
            p->q                      = sebagai premis          
((p->q)^p)          = sebagai premis
((p->q)^p)->q   = sebagai konklusi
P
q
p->q
((p->q)^p)
((p->q)^p)->q
T
T
T
T
T
T
F
F
F
T
F
T
T
F
T
F
F
T
F
T


Karena Konklusinya bernilai TRUE maka hokum detasemen adalah tautologi
3.  Disjungsi
Proposisi p  q (dibaca p atau q ) adalah bernilai salah , bila nilai p dan q keduanya bernilai salah, sedangkan kombinasi yang lain bernilai benar
pÚq                         pÚq
~p                           ~q
\ q                       \ p
P
Q
-p
-q
p v q
(p v q)^-q
(p v q)^-p
((p v q)^-p)->q
((p v q)^-q)->p
1
1
0
0
1
0
0
1
1
1
0
0
1
1
1
0
1
1
0
1
1
0
1
0
1
1
1
0
0
1
1
0
0
0
1
1

Karena kedua konklusinya bernilai benar maka hukum inferensi disjungsi adalah tautology
4.  Hukum kontrapositif
Kontrapositif dari pernyataan implikasi  adalah Description: \sim Q\Rightarrow\sim P. Dengan kata lain kontrapositif adalah menegasikan P dan Q lalu membalik arah panahnya. Dalam teori logika, Pernyataan implikasi dan kontraposisinya mempunyai nilai kebenaran yang sama. Coba kalian perhatikan tabel kebenaran berikut:
pàq   
\~q     à~p   
P
Q
-p
-q
p->q
-q->-p
(p->q)->(-q->-p)
1
1
0
0
1
1
1
1
0
0
1
0
0
1
0
1
1
0
1
1
Description: P\Rightarrow Q1
0
0
1
1
1
1
1

Karena Konklusinya bernilai TRUE maka hukum kontrapositif adalah tautologi
5. .  Hukum konjungsi

Jika p dan q dua pernyataan , maka pq bernilai benar jika p dan q keduanya   bernilai benar, sebaliknya pq bernilai salah jika salah satu dari p atau q bernilai   salah atau keduanya salah.

P
q
\pÙq
P
q
p^q
(p^q)->(p^q)
1
1
1
1
1
0
0
1
0
1
0
1
0
0
0
1

Karena konklusinya bernilai benar maka hokum konjungsi adalah tautologi