Assalamualaikum wr wb
Pada pembahasan
kali ini saya akan membahas tentang manusia dan kebudayaan, berikut akan saya
jelaskan secara detailnya
·
Pengertian
Manusia
Manusia adalah ciptaan Allah SWT
yang paling sempurna diantara makhluk-makhluk yang lain .Pengertian Manusia adalah
makhluk sosial yang senantiasa membutuhkan orang lain, oleh karena itu manusia
senantiasa membutuhkan interaksi
dengan manusia yang lain.
Seorang Antropologi Indonesia yaitu Koentjaraningrat menyatakan bahwa masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat terus menerus, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Pandangan yang dikemukakan oleh Koentjaraningrat tersebut menegaskan bahwa di dalam masyarakat terdapat berbagai komponen yang saling berinteraksi secara terus menerus sesuai dengan sistem nilai dan sistem norma yang di anutnya. Interaksi antar komponen tersebut dapat terjadi antara individu dengna individu, antara lain individu dengan kelompok, maupun antara kelompok dengan kelompok.
Seorang Antropologi Indonesia yaitu Koentjaraningrat menyatakan bahwa masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat terus menerus, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Pandangan yang dikemukakan oleh Koentjaraningrat tersebut menegaskan bahwa di dalam masyarakat terdapat berbagai komponen yang saling berinteraksi secara terus menerus sesuai dengan sistem nilai dan sistem norma yang di anutnya. Interaksi antar komponen tersebut dapat terjadi antara individu dengna individu, antara lain individu dengan kelompok, maupun antara kelompok dengan kelompok.
·
Pengertian
Hakekat Manusia
Sebagai
seorang manusia pada dasarnya mempunyai hakekat sebagai berikut :
- Makhluk yang memiliki tenga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
- Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial.
- yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya.
- Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama hidupnya.
- Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati
- Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas
- Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat.
- Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial.
·
Kepribadian Bangsa Timur
Kepribadian diartikan sebagai suatu
pola sikap yang mencerminkan sifat atau karakter seseorang dengan
lingkungannya. Kepribadian bangsa timur dapat diartikan sebagai suatu sikap
yang dimiliki oleh suatu negara yang menentukan penyesuaian dirinya yang unik
terhadap lingkungannya. Kepribadian bangsa timur pada umumnya merupakan
kepribadian yang mempunyai sifat tepo seliro atau memiliki sifat toleransi yang
tinggi. Dalam berdemokrasi bangsa timur umumnya aktif dalam mengutarakan
aspirasi rakyat. Seperti di negara Korea, dalam berdemokrasi mereka duduk
sambil memegang poster protes dan di Negara Thailand, mereka berdemokrasi
dengan tertib dan damai.
Kepribadian bangsa timur juga
identik dengan tutur kata yang lemah lembut dan sopan dalam bergaul maupun
dalam berpakaian. Terdapat ciri khas dalam berbagai negara yang mencerminkan
negara tersebut memiliki suatu kepribadian yang unik. Misalnya masyarakat
Indonesia khususnya daerah Jawa. Sebagian besar mereka bertutur kata dengan
lembut dan sopan. Dan terdapat beberapa aturan atau larangan yang tidak boleh
dilakukan menurut versi orang dulu yang sebenarnya menurut orang Jawa itu suatu
nasihat yang membangun. Misalnya tidak boleh duduk di depan pintu. Hal tersebut
merupakan ciri khas kepribadian yang unik.
Bangsa timur erat kaitannya dengan
rasa sosialisasi dan rasa solidaritas yang tinggi. Misalnya saling tolong
menolong dan bergotong royong yang dilakukan bersama-sama. Hal tersebut bagi
bangsa timur merupakan suatu sikap yang bertujuan untuk mempererat tali
persaudaraan. Bangsa timur juga memiliki kebudayaan yang masih kental dari
negara atau daerah masing-masing. Masih ada adat-adat atau upacara tertentu
yang masih dilaksanakan oleh bangsa timur. Misalnya bangsa Indonesia masih
banyak yang melaksanakan upacara-upacara adat dan tarian khas dari
masing-masing daerah. Contohnya daerah Bali yang masih melaksanakan tarian khas
daerahnya yaitu tarian pendet, kecak, tarian barong. Terbuka dengan negara lain
merupakan salah satu kepribadian yang dimilki oleh bangsa timur. Mereka
menjalin kerjasama antara bangsa yang satu dengan bangsa yang lain yang
tergabung dalam ASEAN.
·
Pengertian Kebudayaan
Budaya
Indonesia adalah seluruh kebudayaan nasional, kebudayaan lokal, maupun
kebudayaan asal asing yang telah ada di Indonesia sebelum
Indonesia merdeka pada tahun 1945.
Istilah kebudayaan merupakan
tejemahan dari istilah culture dari bahasa Inggris. Kata culture berasa dari
bahasa latin colore yang berarti mengolah, mengerjakan, menunjuk pada
pengolahan tanah, perawatan dan pengembangan tanaman dan ternak. Upaya untuk
mengola dan mengembangkan tanaman dan tanah inilah yang selanjutnya dipahami
sebagai culture.
Sementara itu, kata kebudayaan
berasal dari bahasa sansekerta, buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari kata
buddhi. Kata buddhi berarti budi dan akal. Kamu besar Bahasa Indonesia mengartikan
kebudayaan sebagai hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budaya) manusia
seperti kepercayaan, kesenian, dan adat – istiadat.
E.B. Taylor mendefinisikan
kebudayaan sebagai hal yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral,
hukum, adapt-istiadat, kebiasaan serta kemampuan-kemampuan lain yang diperoleh
manusia sebagai anggota masyarakat.
Menurut Koentjaningrat (1985)
kebudayaan adalah keseluruhan ide-ide, tindakan, dan hasil karya manusia dalam
rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
Definisi lebih singkat
terdapat pada pendapat Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi (1964), menurut
mereka kebudayaan adalah semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Bila disimak lebih seksama,
definisi Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi lebih menekankan pada aspek
hasil material an kebudayaan. Sementara Koentjaraningrat menekankan dua aspek
kebudayaan yaitu abstrak (non material) dan konkret (material. Pada definisi
Koentjaraningrat, tampak bahwa kebudayaan merupakan suatu proses hubungan
manusia dengan alam dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya baik jasmaniah
maupun rohaniah. Dalam proses tersebut manusia berusaha mengatasi permasalahan
dan tantangan yang ada dihadapannya.
Terlepas dari perbedaan yang
ada di antara pendapat di atas. Tampak bahwa belajar merupakan unsur penting
dari pengertian kebudayaan. Seperti terlihat pula pada definisi kebudayaan
menurut Kroeber (1948). Menurutnya, kebudayaan adalah keseluruhan realisasi
gerak, kebiasaan, tata cara, gagasan, dan nilai-nilai yang dipelajari dan
diwariskan, serta perilaku yang ditimbulkannya.
·
Unsur-Unsur
Kebudayaan
Koentjaraningrat (1985) menyebutkan ada tujuh
unsur-unsur kebudayaan. Ia menyebutnya sebagai isi pokok kebudayaan. Ketujuh
unsur kebudayaan universal tersebut adalah :
- Sistem peralatan dan perlengkapan hidup,
- Sistem mata pencaharian hidup
- Sistem kemasyarakatan
- Bahasa
- Kesenian
- Sistem Pengetahuan
- Sistem Religi
Pada jaman
modern seperti ini budaya asli negara kita memang sudah mulai memudar, faktor
dari budaya luar memang sangat mempengaruhi pertumbuhan kehidupan di negara
kita ini. Contohnya saja anak muda jaman sekarang, mereka sangat antusias dan
up to date untuk mengetahui juga mengikuti perkembangan kehidupan budaya luar negeri.
Sebenarnya bukan hanya orang-orang tua saja yang harus mengenalkan dan
melestarikan kebudayaan asli negara kita tetapi juga para anak muda harus
senang dan mencintai kebudayaan asli negara sendiri. Banyak faktor juga yang
menjelaskan soal 7 unsur budaya universal yaitu :
1. Sistem
Teknologi dan Peralatan
Teknologi semakin lama semakin luas. Karena
makin banyaknya masyarakatyang hidup modern. Teknologi sangat diperlukan
akan tetapi tidak untukmelakukan perbuatan yang melanggar norma-norma
yang berlaku. Sekarang banyak yang menyalah gunakan
alat teknologi khususnya internet. Tidak sedikitmasyarakat yang tertipu
atau melakukan perbuatan asusila dengan internet. Haltersebut harus kita
perhatikan. Jangan sampai kebudayaan kita menjadi minus dimata negara lain.
contoh lainnya dari sistem teknologi dan peralatan adalahperalatan kantor,
rumah tangga, pertanian, nelayan, tukang kayu, peralatanibadah dan sebagainya lagi.Unsur
kebudayaan secara universal sangat beragam. Kita bisa pelajari denganbaik
maka akan dapat banyak sekali pengetahuan yang sangat bermanfaat.
2. Sistem
Mata Pencaharian Hidup
Mata pencaharian sangat diperlukan untuk setiap
masyarakat karenabermanfaat untuk memenuhi kehidupan manusia. Misalnya
kaumpegawai/karyawan, kaum, petani, nelayan, pedangan. buruh dan
seterusnya. Haltersebut merupakan mata pencaharian yang harus kita tekuni.
Contohnyamasyarakat yang hidup dipesisir pantai lebih banyak bermata
pencahariansebagai nelayan atau masyarakat yang hidup di perkotaan lebih banyak
bermatapencaharian sebagai pegawai kantoran.
3.
Sistem dan Organisasi Kemasyarakatan
Kebudayaan di Indonesia beragam sangat banyak.
Terdapat masyarakat Jawa,Sunda, Batak, Bugis dsb. Dari macam-macam
kebudayaan tersebut, perluditanamkan nilai-nilai kemanusiaan yaitu membiasakan
bergaul dengankebudayaan yang lain. Dan saling berinteraksi dengan rukun.
Di Indonesiabanyak terdapat kebudayaan yang harus di lestarikan bersama. Jangan
kitasaling bersaing untuk kepentingan pribadi dengan kebudayaan
lain, karena itusama saja kita memecahbelahkan kebudayaan yang
sudah ditanam oleh leluhursebelumnya.
4. Bahasa
Kebudayaan yang beragam sangat berpengaruh pada bahasa
yang dipakainya.Contohnya bahasa Inggris, Jerman, Italia, Sunda,
Jawa, dsb. Dari banyak bahasatersebut kita dapat mempelajarinya untuk
pengetahuan yang lebih luas. Tidakhanya bahasa yang dipelajari berasal
dari bahas luar negri saja, tetapi bahasadari negri Indonesiapun perlu
kita pelajari untuk melestarikan kebudayaan yangada di Indonesia.
5. Kesenian
Salah satu ciri khas dari kebudayaan adalah kesenian.
Banyak hal yang bisa kitapelajari mengenai kesenian. Misalnya seni sastra,
lukis, musik, tari, drama, kriadan lain sebagainya. Hal tersebut bagian
dari khas yang dimiliki setiap daerahmaupun setiap negara. Misalnya untuk
kesenian musik. Kita bisa mengetahuidan mencari musik yang khas dari
setiap daerah maupun negara. Contohnyalagu-lagu daerah ampar-ampar pisang yang
berasal dari Kalimantan Selatanyang menjadi ciri khas dari daerah tersebut.
6. Sistem
Pengetahuan
Ada banyak sistem pengetahuan misalnya pertanian,
perbintangan,perdagangan/bisnis, hukum dan perundang-undangan,
pemerintahaan/politikdsb. Hal tersebut juga bagian dari kebudayaan. Kita
wajib mempelajarinyakarena dengan adanya sistem pengetahuan kita menjadi
tahu dunia luar dansangat bermanfaat untuk kehidupan karena berpengaruh pada
pekerjaanseseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tidak perlu semua
kita pelajaricukup beberapa saja kita kuasai, maka akan banyak
informasi yang kita dapat.
7. Sistem
Upacara Keagamaan
Setiap kebudayaan terdapat kepercayaan yang
dianut. Kepercayaan yang dianutdi Indonesia ada 5, yaitu Islam, Kristen
protestan, Katolik, Hindu dan Budha. Darikelima agama tersebut terdapat upacara
keagamaan yang berbeda-beda. Akantetapi untuk masyarakat yang tinggal
dikota upacara keagamaan sepertinyasudah tidak dilaksanakan lagi kecuali
dalam hal-hal tertentu saja. Sedangkanmasyarakat yang tinggal didesa masih
banyak yang melaksanakan upacarakeagamaan tersebut.
·
Wujud Kebuyaan
1. Wujud Gagasan
Budaya dalam wujud gagasan/ide ini bersifat abstrak dan tempatnya ada dalam
alam pikiran tiap warga pendukung budaya yang bersangkutan sehingga tidak dapat
diraba atau difoto.
Sistem gagasan
yang telah dipelajari oleh setiap warga pendukung budaya sejak dini sangat menentukan
sifat dan cara berpikir serta tingkah laku warga pendukung budaya tersebut.
Gagasan-gagasan inilah yang akhirnya menghasilkan berbagai hasil karya manusia
berdasarkan sistem nilai, cara berfikir dan pola tingkah laku. Wujud budaya
dalam bentuk sistem gagasan ini biasa juga disebut sistem nilai budaya.
2. Wujud
Perilaku (Aktivitas)
Budaya dalam wujud perilaku berpola menurut ide/gagasan yang ada. Wujud
perilaku ini bersifat konkrit dapat dilihat dan didokumentasikan (difoto dan
difilm). Contoh: Petani sedang bekerja di sawah, orang sedang menari dengan
lemah gemulai, orang sedang berbicara dan lain-lain. Masing-masing aktivitas
tersebut berada dalam satu sistem tindakan dan tingkah laku.
3. Wujud Benda Hasil Budaya
Semua benda hasil karya manusia tersebut bersifat konkrit, dapat diraba dan
difoto. Kebudayaan dalam wujud konkrit ini disebut kebudayaan fisik. Contoh:
bangunan-bangunan megah seperti piramida, tembok cina, menhir, alat rumah
tangga seperti kapak perunggu, gerabah dan lain-lain.
Dalam kenyataan sehari-hari ketiga wujud tersebut yaitu gagasan, perilaku
dan benda hasil budaya tidak terpisahkan dan saling mempengaruhi.
·
Kaitan
Manusia Dengan Budaya
Manusia
seperti yang kita tahu, sangat erat kaitannya dengan arti kebudayaan.
Kebudayaan itu ibaratnya seperti ciri khas dari manusia yang menggunakan
kebudayaan tersebut. Banyak sekali kebudayaan di negara Indonesia tercinta kita
ini, salah satunya adalah seperti kebudayaan Jawa, dan masih banyak lagi.
Hakikat
manusia dalam melestarikan dan menjaga kebudayaan adalah suatu keharusan agar
tidak terpengaruh oleh kebudayaan lainnya. Kita harus menjaga keaslian budaya
kita karena kebudayaan tersebut merupakan warisan dari nenek moyang kita
dahulu. Namun akhir-akhir ini, kita pasti sudah tahu kalau banyak dari
kebudayaan di negara kita ini telah terpengaruh oleh kebudayaan luar, khususnya
kebudayaan barat. Ya, itu benar. Ini merupakan efek dari arus globalisasi yang
sangat kencang sehingga banyak kebudayaan-kebudayaan dari luar yang bebas
keluar masuk ke dalam negara kita ini sehingga kebudayaan kita agak sedikit
‘terpengaruh’ oleh kebudayaan luar, khususnya kebudayaan barat. Ini merupakan
kelalaian masyarakat sekarang yang tidak mampu menjaga keaslian budaya itu
merupakan warisan dari nenek moyang kita terdahulu. Tapi ini sudah terlambat
untuk diatasi. Mengapa? Ibaratnya itu kita seperti berjalan melawan arus yang
sangat kencang, seperti itulah yang masyarakat kita sedang alami. Mereka tidak
mempersiapkan pertahanan untuk melawan arus kencang tersebut. Bahkan mereka
mulai mengikuti arah arus tersebut. Hal ini sangat berbahaya karena jika ini
dibiarkan terus maka kebudayaan asli kita akan perlahan-lahan hilang. Tidakkah
kita berpikir, bagaimana dengan anak cucu kita kelak yang akan mewariskan
kebudayaan kita, sedangkan kebudayaannya itu sudah ‘tercemar’ oleh kebudayaan
asing atau luar? Apakah mereka akan bangga dengan kebudayaannya itu? Sungguh
ironis memang.
Jadi
kesimpulan dari uraian di atas adalah kaitan manusia dan kebudayaan sangatlah
erat, sebab kebudayaan timbul karena hasil karya cipta dan karsa dari manusia
itu sendiri. Dengan kebudayaan dapat mengatur kehidupan manusia untuk hidup
bersosialisasi dengan manusia lain di sekitarnya. Dan kebudayaan dapat hilang
karena masuknya budaya lain. Oleh sebab itu, banyak suku lain menolak
kebudayaan dari luar di khawatirkan akan merusak kebudayaan yang mereka anut
sejak jaman dahulu.
Saya rasa cukup sampai sini pembahasan saya tentang
manusia dan kebudayaan.Apabila ada kesalahan dalam penulisan kata dalam tulisan
saya diatas mohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya.Tak lupa saya
mengucapkan banyak terima kasih kepada beberapa sumber yang saya baca ,Sekian
dan Terima kasih
Wassalamualaikum Wr Wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar